Somewhere over the rainbow
Way up high
There's a land that I heard of once in a lullaby
Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dreams that you dare to dream really do come true
Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me
Somewhere over the rainbow
Blue birds fly
Birds fly over the rainbow
Why then oh why can't I?
If happy little blue birds fly beyond the rainbow
Why oh why can't I?
![]() |
| My sun, my moon, my star |
3 bulan sudah berlalu dari tanggal 2 Desember 2013. Sekitar bulan February 2014, hati kok rasanya gamang banget yaa, pengen banget bawa Lilu kontrol ke dokternya. Tapi setelah didiskusikan sama mama dan adik gw, aah keliatannya makin bagus kok kondisinya. Anaknya tambah tinggi dan keliatannya punggungnya makin lurus.
Tanggal 6 Maret 2014, gw dateng sendiri ke dokter bawa xray nya karena anaknya lagi ujian. Pede aja karena perasaan everything is OK. Cuman ngintip hasil xray, kok kata radiologist curvenya nambah, tapi dari 46 derajat jadi 50 derajat, jadi tetep dong masih di bawah 58 derajat. Berbeda sama waktu tanggal 2 November 2013 yang gw datang dengan muka pucat pasi, kali ini gw datang sendirian dan santai-santai aja. Aaah, gapapa, hanya naik 4 derajat doang...
Saat xray dibaca, dokternya bilang derajatnya naik jadi 59 derajat, artinya naik 13 derajat. "Ga bisa nih, harus operasi. Anaknya progressive scoliosis". Gw asli yang bengong nge blank, dunia berputar,lupa kalau gw di ruang praktek. Definitely takut gw kesambet, kaki gw disepak2 sama si dokter dari bawah meja. Ga nangis, ga histeris, rasanya kosong aja. Empty feeling and petrified at the same time, I heard so many echoes inside my head that I didn't even know where the sound came from. I guess they were echoes of my heart, screaming and yelling in silence, but cannot shed a single tear. Gw ngeliatin wajah dokternya, tapi gw ga tau apa yang gw liat.
Tp setelah kena sepak, kesadaran datang utuh lagi. Mungkin harga diri kesepak juga, jadi langsung kalau bangun dari state of shock. OK, sekarang apa yang harus gw kerjakan? Gw buka buku kuning polka dot gw dan cari bagian tentang SURGERY. Game on, dear doctor!
Dokternya tahu bahwa masalah terbesar yang dihadapi adalah tidak adanya kesiapan budget dan gw sudah berstatus pisah sama suami with no financial back up. Dia bilang,"kita kerjain bulan Juni, ya". Mau dioperasi dimana, gw dikasih 2 pilihan RS. Dan dia bilang gw bisa urus BPJS jadi ngga usah bayar dan kalaupun bayar, hanya sedikit sekali. Just get the BPJS number and he will take care of the rest. Dia bilang,"kenapa bingung, kan sudah ada yang ngerjain?" He was very nice, sweet and gentle but I was just too confused to digest the news.
Gw turun ke bawah, automatic pilot mode on. Langsung beli kopi dan duduk merenungi hasil bacaan radiologi dengan hasil measurement si dokter. Kok bisa bedanya jauh gitu? Masih ngga terima otak dan hati yang tumben hari ini kompakan. Akhirnya gw balik lagi ke ruangannya dan ngomong lagi sebentar. Gw tunjukin hasil hitungan radiologist yang beda dengan hitungannya. Kali ini dia menghela napas...,"saya yang bener". Lalu tanpa sadar, gw berputar-putar di depannya dan dia diem aja, tunggu sampai gw calm down. Coba kalau Mr. Gadget, huuh, ditampol kali gw. Lo kata belly dancing?
Saking semangatnya berputar-putar, sedotan kopi sampai terbang ke kursi dan membasahi kain kursi. Buru-buru ngambil tissue buat bebersih (dulunya kerja merangkap Oshin) kursi. Naah kali ini baru si dokter bereaksi,"udah, udah, gapapa, biarin aja". Gw rasa dia khawatir bener gw langsung merebut kain pel dari janitor yang lagi ngepel di luar *katarsis*.
Akhirnya gw berhenti melakukan gerakan-gerakan aneh yang mirip Gerwani mabok sambil nari kobong2 di ruang praktek dan gw look into his eyes asking him from the deepest darkest place inside my heart,"what did I do wrong?" Then he said,"you did nothing wrong, remember that! Lilu itu punya progressive scoliosis,dimana progress kenaikan curve nya bisa sangat cepat. Jadi ngga bisa lama-lama nunggu operasinya". "Apa harus secepat itu operasinya, katanya kalau sudah 70 derajat baru kita putuskan operasi?" Si dokter lalu jawab,"ya kenapa ngga kita tunggu aja sampai 100 derajat sekalian?" Somehow he knows how to deal with koppig girl like me. Jadi diem kan gw....jleeb...jleeeb...dalem cuuuy!
So I went home and share the story to my mom karena yang lain sudah tidur. Besoknya baru ngobrol sama Lilu dan diskusikan mengenai kemungkinan operasi bulan Juni dan apa aja yang harus kita persiapkan. Gw bilang sama dia,"I am not going to force you to do the surgery, because you need to understand the consequences. So from now on, you have to spend some of your internet time to browse about scoliosis surgeries, the risks and the implications post surgery". So she told me that she will think about it, tapi dia bilang,"kalau memang harus operasi aku sudah siap. Kalau waktu sebelum pakai brace, aku memang belum siap. Tapi sekarang aku sudah siap".
Besoknya gw pulang malem banget abis dari kelas yoga, kaget banget liat Lilu lagi baring-baring di tempat tidur gw. Laah non, bukannya udah malem banget? Lalu dia bilang,"I want to talk to you". Ya udah, gw ganti baju dan duduk di sebelahnya. "I have discussed with my best friend and we decided it is better for me to get an operation next June. Can I have the doctor's number? I want to txt him". So she did, she txt the doctor by herself while I took a quick shower.
"Hi oom, ini Lilu...Aku mau tanya dong. I've been discussing with my best friend since this morning whether I should go through operation or not this June, and we finally settled that I should do it. I have two questions for you here...my mom has told me about the cost but I'm just curious...does it cost really expensive? What if my mom can't afford it? And last but not least, mom told me that I have to stay in the ICU for 2 days after the operation...is that really necessary? I don't wanna stay in the ICU...especially for 2 days :( ICU freaks me out somehow".
Dia nulis pake my mobile karena telp dia rusak. The next morning, I saw a txt from her doctor,"Yes your mom can afford it. You have to stay in the ICU but only for 1 night".
At that very moment, I knew that I have made the right decision, with the right person and at the right time...
It feels like someone is holding your baby's heart tenderly, whispering silent promises that,"everything is gonna be OK".
![]() | ||
| Goofy |



salam kenal kak Eka.....
ReplyDeleteTrmksh sudah mau berbagi cerita di blog ini, menginspirasi sy untuk mencari solusi bagi anak sy yg menderita skolio,
Kalau boleh sy ingin tau lebih jauh koq dokter bisa mengatakan 59 derajat itu dasarnya apa? kan hasil xray 50 ? atau hasil xray nya salah gt?
Yang bisa menghitumg kurva dengan presisi itu adalah spine specialist. Menghitungnya juga dengan menggunakan teknik pengukuran seperti sedang menggambar gambar perspektif. Jadi tentunya mereka lebih presisi. Pernah lihat gambar perspektif? Berbeda 1-3 derajat saja sudah terlihat tidak presisi kan? Naah, demikian pula dengan mereka. Seperti arsitek deh menghitungnya. Pakai penggaris, ditarik titik sana, tarik sisi sini, lalu mereka dapatkan titik puncak kurva yang paling tepat.
DeleteRadiologist dalam hal ini tidak salah, karena mereka memang tidak dilatih dengan presisi sampai derajat yang terkecil. Coba deh dilihat di busur derajat, 9 derajat kan ga besar-besar amat. Tapi buat mereka yang spesialis, sampai per satu derajatpun dihitung.
Disclaimer: saya nulis berdasarkan pengalaman dan logika aja sih. Bkn karena saya memang paham bener cara menghitungnya. Sering ngintip kalau si dokter lagi ngukur...*kepoabis*