Saturday, October 14, 2017
Wednesday, October 4, 2017
Operasi Scoliosis itu Bukan Operasi Plastik
Ini photo asli punggung anakku, Camilla Lilu Mayzura. Dioperasi bulan Juni 2014, dari 60 derajat sisa 8 derajat.
Sebagai ibu dari anak penderita scoliosis dan supporter dari para penderita scoliosis, sudah lumayan banyak pengetahuan dan pengalaman yang dilalui.
Betul operasi scoliosis akan mengkoreksi "kelainan" tersebut, tapi yg harus diingat adalah operasi ini adalah operasi besar, berisiko dan pastinya akan merasakan sakit yg luar biasa (kata Lilu, badannya seperti dibelah 2 rasanya).
Sebagai ibu dari anak penderita scoliosis dan supporter dari para penderita scoliosis, sudah lumayan banyak pengetahuan dan pengalaman yang dilalui.
Betul operasi scoliosis akan mengkoreksi "kelainan" tersebut, tapi yg harus diingat adalah operasi ini adalah operasi besar, berisiko dan pastinya akan merasakan sakit yg luar biasa (kata Lilu, badannya seperti dibelah 2 rasanya).
Walaupun dengan pain killer, sakitnya tetap terasa. Jadi aku selalu
wanti2 pada orang tua yang akan mendampingi anak2nya, jangan panik tapi
juga jangan dicuekin. Awasi dan fokus dalam pendampingan. Perhatikan
semua keluhan dan progress penyembuhannya. Jangan juga terlalu dimanja
karena kita jadi ga tau, anak ini beneran sakit atau lagi rese aja.
Trust me...anak2 post operasi itu banyak yang rese...kaya
anakku...hahaha. Segala diminta, segala pengen. Karena bosen disuruh
baringan terus.
Apabila ada yg punya alergi, tolong disampaikan dan diwanti2 pada team dokternya. Alergi bukan hal yg enteng. Reaksinya bisa mencabut nyawa.
Operasi scoliosis jangan dianggap operasi plastik. Yang bisa bikin kita tiba2 jadi bidadari. Lebih baik berharap agar kualitas hidup meningkat, napas enak, ga pegel2, mengurangi keluhan2 medis. Jadi tinggi, lurus dan merasa lebih cantik anggaplah jadi bonusnya.
Persiapan pre dan post operasi juga harus disiapkan. Harus cukup istirahat dan ga sakit. Ribet urusannya kalau abis operasi terus kena batuk misalnya...hadeuh. Buat yg dari luar kota khususnya, upayakan mendapatkan kepastian akan tinggal dimana, bagaimana kondisi penginapannya, apakah akan memadai buat pasien? Siapa yang nungguin? Baju2 yang dibawa nyaman ga buat yg berbaring lama?Hal2 kecil yang kita suka lupa perhatikan. Karena aku sering bantu2, makanya hafal. Bukan karena aku ahli, tapi bisa karena biasa.
Jangan pecicilan. Jangan dianggap enteng. Inget kata2 DR Luthfi, kalau ga perlu, jangan mau operasi. Tp operasi juga bukan sulap, sihir. Operasi adalah tindakan medis, yang implikasi rekonstruksinya adalah kondisi badan tidak alami lagi. Akan ada konsekuensi yg harus diterima dan kata Lilu, just "suck it up".
LOVE YOU ALL!
Apabila ada yg punya alergi, tolong disampaikan dan diwanti2 pada team dokternya. Alergi bukan hal yg enteng. Reaksinya bisa mencabut nyawa.
Operasi scoliosis jangan dianggap operasi plastik. Yang bisa bikin kita tiba2 jadi bidadari. Lebih baik berharap agar kualitas hidup meningkat, napas enak, ga pegel2, mengurangi keluhan2 medis. Jadi tinggi, lurus dan merasa lebih cantik anggaplah jadi bonusnya.
Persiapan pre dan post operasi juga harus disiapkan. Harus cukup istirahat dan ga sakit. Ribet urusannya kalau abis operasi terus kena batuk misalnya...hadeuh. Buat yg dari luar kota khususnya, upayakan mendapatkan kepastian akan tinggal dimana, bagaimana kondisi penginapannya, apakah akan memadai buat pasien? Siapa yang nungguin? Baju2 yang dibawa nyaman ga buat yg berbaring lama?Hal2 kecil yang kita suka lupa perhatikan. Karena aku sering bantu2, makanya hafal. Bukan karena aku ahli, tapi bisa karena biasa.
Jangan pecicilan. Jangan dianggap enteng. Inget kata2 DR Luthfi, kalau ga perlu, jangan mau operasi. Tp operasi juga bukan sulap, sihir. Operasi adalah tindakan medis, yang implikasi rekonstruksinya adalah kondisi badan tidak alami lagi. Akan ada konsekuensi yg harus diterima dan kata Lilu, just "suck it up".
LOVE YOU ALL!
Subscribe to:
Posts (Atom)
