Monday, November 3, 2014

“Be grateful for whoever comes, because each has been sent as a guide from beyond.” ― Rumi

23 Agustus 2013

Oooh bakalan jadi hari yang panjang. Siang ada janji lunch sama seseorang, yang sebenernya sudah setengah hati mau jalaninnya, tapi bingung mau kasih alasan apa buat mangkir. Malem harus ambil xray dan kasih liat ke surgeonnya Lilu. Males banget deh ketemu dokternya, soalnya dari cerita nyokap waktu pertama bawa Lilu ketemu dese, orangnya cuek, sok sibuk dan ngebetein. 
 
Ternyata lunch cancelled, oh thank God. I don't have to make excuses to get rid of this boring obnoxious guy. No offense, ga ada yang menarik dari semua pembicaraannya selain total narcissictic conversation, padahal he is not even 170cm tall (oh dear me, enough with Napoleon syndrome) dan poorly dress. 

So work as usual dan terbirit2 cari taksi untuk ke Rumah Sakit karena Mega Kuningan susah banget nyari taksi kalau sore (senggol bacok kinda situation) dan hati udah beraaat banget mau melangkahnya. 

Sampai di RS sekitar jam 7an. I was hungry dan bete ngebayangin cerita nyokap dan hasil intipan xray kayanya ngga menjanjikan. Jadi yang gw lakukan untuk buang waktu adalah keliling ruang tunggu dan baca semua referensi yang tersedia baik di dinding maupun di hand outs soal scoliosis treatment. Berapa batas derajat kurva yang harus dioperasi, berapa derajat yang bisa pakai non invasive treatment. Asli ngapalin by heart. 
It was my first kiss with scoliosis. Same cold hands, butterfly in my stomach, heartbeat racing so fast. 

Tiba2 susternya keluar dan gw bilang mau baca xray. Lalu suster bilang, harus daftar dulu. Udah juga senewen, disuruh daftar ulang dan ngantri lagi? Are you out of your mind? Mulailah gw ngomel panjang kali lebar pake urat. Karena nyokap dijanjikan sama dokternya, baca xray ga usah daftar, datang aja. PHP banget! 
Awalnya susternya masih keukeuh dan mungkin karena gw yang as usual super bawel, dia milih RTB (Return to Base alias nanya si dokter). 

Akhirnya gw dipanggil. Super bete. Lalu dia baca xraynya, lalu bilang bahwa Lilu harus operasi karena sudah 58 derajat. Udah juga super bete, lalu diomongin kaya gitu, yang keluar adalah super stubborn me. "Ga mau operasi, ga boleh!" sambil mukul meja (don't get me wrong, ternyata tiap kesana, memang doyan aja mukul mejanya). Si dokter kaget sampai  duduknya sempet mundur, tapi tetep senyum2 (untuuung orthopaedicnya bukan si Mr. Gadget yang periksa ligament lutut gw, kalau sama dia beneran udah tampol2an kali). "Ya udah, kalau ngga mau, mau coba dulu pake brace boleh, tapi kita lihat 3 bulan lagi. Kalau 3 bulan lagi belum ada kemajuan, harus operasi". 



Love the challenge! See, kalau bisa dinego, kenapa enggak? So I promised him to do anything in my power to make sure Lilu akan pakai Boston Brace selama 23 jam setiap harinya (including tidur). Pilihan untuk treatmentnya, yoga, pilates dan renang. 3 itu aja. 

Setelah itu, kita damai dong. Eike udah ngga melotot lagi karena udah diturutin maunya. Lalu kita mulai diskusi. Temen yoga gw, ketauan scoliosis setelah usia hampir 30 tahun. Pasien dese juga. Ngakunya setelah ke chiropractor, scoliosisnya turun. Eeeh dese ketawa ngakak,"Waaah, kalau beneran bisa begitu, bisa habis saya diketawain temen2 saya se Asia". Weeeits, kondang juga dese temennya se Asia. Jadi gw pastikan, ke chiro bantu apa enggak karena I don't want to waste my money on something that is unreliable. Dia bilang don't go to chiro. Just do yoga, pilates and swimming.

Then he gave me the address of the Orthotic, namanya Pak Hadi, untuk bikin Boston Brace. Terus ngotot2an lagi, tapi brace mahal! Deeuh, untung dese tabaaaah ngadepin gw, cuman ketawa2 aja dia, lalu janji mau telp ke Pak Hadi biar dikasih diskon. Bukan gw dong kalau ga sealed the deal, so jadi gw suruh dia swear. Swear? Swear! Janji? Janji! Awas kalau bohong! Setelah brace jadi, Lilu harus xray lagi, untuk lihat koreksinya berapa derajat setelah pakai brace.

Then we bid farewell. Waktu gw udh keluar, si suster ngejer gw..."Ibuuuuuu". Haaah, nape lagi? Terus suster berbisik,"Bu, jangan enggak ke Pak Hadi ya? Nanti dokternya ngga mau terima, dia hanya mau terima dari Pak Hadi".  Ebuseeet, galak juga ternyata. Okelaaa, selama dia setuju anak gw ga operasi, your wish is my command.




Visit & Follow Lilu's Instagram @ camillalilu



2 comments:

  1. Lilu bukannya sudah pernah operasi ya Mbak?

    ReplyDelete
  2. Iya, sudah dioperasi tanggal 18 Juni 2014. Aku nulis karena temen2 minta aku share pengalaman dan kayanya pada iseng aja pengen baca tulisanku karena biasanya aku nulis miniblog.
    Makanya judulnya "The Scoliosis Journey", seperti the Odyssey yang mengisahkan kisah perjalanan hidupnya Odysseus. Beuuuh maaf lagi kambuh sotoynya :)

    ReplyDelete