Like what I have said in my previous
post, karena aku progressive scoliosis, derajat scoliosisku naik lagi
setelah sekian bulan pake brace. Malah lebih tinggi daripada original
derajatnya aku, entah kenapa.
So obviously, pilihan terakhir adalah... operasi
To be quite frank, pas itu aku ga banyak mikir and langsung mutusin mau operasi. Of course, mom gave me time to give it some thought and let it all sink in. Mama sempet kasih aku pilihan mau operasi atau engga. Akhirnya aku ngobrol sama temen-temenku pas itu, mendingan operasi atau engga. Dan akhirnya aku putusin untuk operasi aja demi kebaikan aku.
Lucunya, alesan aku mau operasi pas itu absurd banget. Cheers to all the kpop fans out there. Kebetulan pas itu, ada agency Korea (SM Entertainment) mau ngadain global audition di Jakarta. Aku dan beberapa temen-temenku pengen banget ikut auditionnya and aku pengen banget masuk SM. Nah, karena derajatku udah tinggi, jadi paru-paru aku agak kegencet gitu. Dan karena paru-parunya kegencet, jadinya napasku jadi pendek-pendek banget. Kadang ga kuat nyanyi malah. Napasnya super pendek. Trus kalo berenang juga ga kuat napasnya.
Jadinya, hal yang menurut aku wise pas itu adalah untuk operasi. Kenapa? Karena lilu ingin menjadi anggota SM family.
Cringe.
If this ain't absurd, I don't know what is.
Yaudah deh, jadinya aku decided to operasi. Aku dijadwalin operasi Juni, pas libur sekolah biar pas. Sebelum operasi, aku sempet tanya2 ke dokternya personally tentang my concerns. Here were my questions:
"Risk operasi apa aja?"
"Ada side effectsnya ga?"
"Setelah operasi boleh aktifitas secara bebas atau ada yang ga boleh?"
Jawaban yang aku dapet dari dokter:
"Resiko ada yang ringan dan ada yang berat. Yang ringan, bakal nyeri. Yang berat bisa paralized."
"Side effectnya ada yang pasti dan ada yang belom tentu. Yang pasti yaitu, scar -bekas luka. Yang belom tentu yaitu, bisa infeksi, bisa alergi, sesak napas, atau nyeri."
"Ada beberapa yang ga boleh, misalnya martial art atau anything yang berhubungan dengan hentakan ke punggung."
I can honestly say that, I felt extremely relieved after talking to the doctor personally. I mean, I basically have to trust the person who's gonna open up my back later on.
Tips dari aku bagi yang operasi cuma satu, relax, bawa santai aja.
Everything's going to be okay, you just need to relax. Iya, kamu akan go through operasi gede, iya itu tegang dan serem. Aku juga takut kok pas udah mau masuk ruang operasinya. Tapi panicking won't help. Just sit back, relax, and enjoy the ride. Think positive! Bayangin aja how enak rasanya kamu bakal feel setelah itu. Aku, personally, selama itu selalu pake mindset "Everything will be okay. It's going to be better. Setelah operasi, aku bakal rasa lebih enak."
Lawan rasa takut itu, dibawa santai aja. Percaya aja sama dokternya.
So obviously, pilihan terakhir adalah... operasi
To be quite frank, pas itu aku ga banyak mikir and langsung mutusin mau operasi. Of course, mom gave me time to give it some thought and let it all sink in. Mama sempet kasih aku pilihan mau operasi atau engga. Akhirnya aku ngobrol sama temen-temenku pas itu, mendingan operasi atau engga. Dan akhirnya aku putusin untuk operasi aja demi kebaikan aku.
Lucunya, alesan aku mau operasi pas itu absurd banget. Cheers to all the kpop fans out there. Kebetulan pas itu, ada agency Korea (SM Entertainment) mau ngadain global audition di Jakarta. Aku dan beberapa temen-temenku pengen banget ikut auditionnya and aku pengen banget masuk SM. Nah, karena derajatku udah tinggi, jadi paru-paru aku agak kegencet gitu. Dan karena paru-parunya kegencet, jadinya napasku jadi pendek-pendek banget. Kadang ga kuat nyanyi malah. Napasnya super pendek. Trus kalo berenang juga ga kuat napasnya.
Jadinya, hal yang menurut aku wise pas itu adalah untuk operasi. Kenapa? Karena lilu ingin menjadi anggota SM family.
Cringe.
If this ain't absurd, I don't know what is.
Yaudah deh, jadinya aku decided to operasi. Aku dijadwalin operasi Juni, pas libur sekolah biar pas. Sebelum operasi, aku sempet tanya2 ke dokternya personally tentang my concerns. Here were my questions:
"Risk operasi apa aja?"
"Ada side effectsnya ga?"
"Setelah operasi boleh aktifitas secara bebas atau ada yang ga boleh?"
Jawaban yang aku dapet dari dokter:
"Resiko ada yang ringan dan ada yang berat. Yang ringan, bakal nyeri. Yang berat bisa paralized."
"Side effectnya ada yang pasti dan ada yang belom tentu. Yang pasti yaitu, scar -bekas luka. Yang belom tentu yaitu, bisa infeksi, bisa alergi, sesak napas, atau nyeri."
"Ada beberapa yang ga boleh, misalnya martial art atau anything yang berhubungan dengan hentakan ke punggung."
I can honestly say that, I felt extremely relieved after talking to the doctor personally. I mean, I basically have to trust the person who's gonna open up my back later on.
Tips dari aku bagi yang operasi cuma satu, relax, bawa santai aja.
Everything's going to be okay, you just need to relax. Iya, kamu akan go through operasi gede, iya itu tegang dan serem. Aku juga takut kok pas udah mau masuk ruang operasinya. Tapi panicking won't help. Just sit back, relax, and enjoy the ride. Think positive! Bayangin aja how enak rasanya kamu bakal feel setelah itu. Aku, personally, selama itu selalu pake mindset "Everything will be okay. It's going to be better. Setelah operasi, aku bakal rasa lebih enak."
Lawan rasa takut itu, dibawa santai aja. Percaya aja sama dokternya.

No comments:
Post a Comment